,


















• 05 November 2016
Pesta Pantai 2016 Selat Baru Kab. Bengkalis

• 26 Juli 2016
Halal bi Halal Pemkab Bengkalis Dengan Masyarakat Bengkalis yang ada di Pekanbaru

• 19 Juli 2016
Ramah Tamah dan Halal bi Halal Pemerintah Kab.Bengkalis

• 22 Maret 2016
Pelaksanaan Musrembang Kabupaten Bengkalis


Rabu, 23 Mei 2018 - 08:55:34 WIB
Bupati Amril Tarawih di Masjid yang Pernah Dibakar Belanda
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kabupaten - Dibaca: 154 kali


BENGKALIS - Usai safari Ramadhan di Kecamatan Bantan Senin kemarin, Bupati Bengkalis Amril Mukminin melanjutkan kegiatan Safari Ramadhan di Kecamatan Bengkalis, kali ini di Masjid Sabilillah yang berjuluk Masjid Perjuangan Desa Pedekik.

Bersama Ketua TP PKK Kasmarni, Sekretaris Daerah H Bustami HY beserta istri, Dandim 0303 Bengkalis Letkol Inf Timmy Prasetyo dan Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto dan masyarakat, Bupati Amril melaksanakan shalat tarawih di masjid yang pernah dibakar Belanda pada tahun 1949 Masehi.

Kehadiran orang nomor satu di Negeri Junjungan ini disambut antusias oleh warga se-Kecamatan Bengkalis, mereka juga turut melaksanakan shalat tarawih pada malam ke 7 Ramadhan 1439 H bertepatan dengan Selasa malam, 22 Mei 2018.

Ketua Pengurus Masjid Sabilillah, H Anwar mengungkapkan, Masjid Sabilillah merupakan masjid bersejarah, didirikan tahun 1937 Masehi dengan nama Masjid Pedekik, namun dibakar oleh Belanda pada tahun 1949 Masehi.

“Hal itu terjadi karena kemarahan tentara Belanda yang pada waktu itu dua orang anggotanya tewas di tangan pejuang Fi Sabilillah pimpinan Kyai Sudirman pada saat berkecamuknya perang soh-soh atau yang dikenal dengan sebutan perang berhadapan langsung yang terjadi di pedekik,” paparnya.

Dijelaskan Anwar, Masjid Sabilillah mengalami tiga kali renovasi setelah dibakar belanda, bangunan kedua tahun 1949-1979, kemudian bangunan ketiga tahun 1979-2011, dan bangunan keempat tahun 2011 sampai sekarang.

“Berkat swadaya masyarakat, Alhamdulillah kini masjid Sabilillah berdiri kokoh dengan bangunan yang bagus, Saat ini kami berencana membangun pagar masjid, kami mohon doanya semoga Allah memberi kami kemampuan dan keberkahan untuk membangun masjid ini,” ungkap pria berjanggut dan berjubah itu.

Selain shalat berjamaah, sambungnya, seminggu atau sebulan sekali di masjid Sabilillah juga diadakan kegiatan Simaan atau menyimak hafalan para penghafal Al Qur'an 30 jus.

Penyampaian Pengurus Masjid Sabilillah, mengingatkan kenangan Bupati Amril dengan Masjid At Taqwa yang berlokasi dekat dengan kediamannya di Muara Basung, menurutnya jika masyarakat kompak dan mau bekerja bersama-sama, dengan swadaya, tanpa menunggu bantuan pemerintah, pembangunan untuk kepentingan bersama dapat dilakukan, seperti pembangunan masjid Sabilillah dan Masjid At Taqwa.

“Masjid ini dibangun dengan swadaya, ini mengingatkan saya dengan masjid At Taqwa di Desa Muara Basung, dulu bangunannya papan, Alhamdulillah tahun 2004 setelah saya jadi anggota DPRD masjid itu perlahan-lahan kita perbaiki, dan tahun 2006 mendapat bantuan Pemda dan sekarang jadi masjid kecamatan, intinya kalau kita mau seia sekata, yang penting ada kemampuan, ada kebersamaan, Insya Allah jadi, tentu kami berharap jangan sampai masjid yang indah ini tak ada jamaah, namun saya yakin di sini orangnya alim-alim semua,” ungkap mantan anggota DPRD tiga periode itu.



Teks foto: Bupati Amril melaksanakan shalat sunah sesudah shalat isya di Masjid Sabilillah.



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)