,


















• 05 November 2016
Pesta Pantai 2016 Selat Baru Kab. Bengkalis

• 26 Juli 2016
Halal bi Halal Pemkab Bengkalis Dengan Masyarakat Bengkalis yang ada di Pekanbaru

• 19 Juli 2016
Ramah Tamah dan Halal bi Halal Pemerintah Kab.Bengkalis

• 22 Maret 2016
Pelaksanaan Musrembang Kabupaten Bengkalis


Investasi Pertanian & Peternakan

1. Pengembangan Budidaya dan Penggemukan Sapi

Lokasi
: Desa Sungai Linau
Kecamatan : Siak Kecil
Klasifikasi Proyek
: Sektor Peternakan
Penanggungjawab
: Dinas Pertanian dan Peternakan
Pemilik Proyek
: Pemerintah Kabupaten Bengkalis
Lahan Tersedia
: 100 hektar (ha)
Pemilik Lahan
: Pemerintah Kabupaten Bengkalis

a. Gambaran Umum

Pembangunan subsektor peternakan yang merupakan bagian dari pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Bengkalis memiliki nilai strategis dalam memenuhi kebutuhan pakan yang terus meningkat akibat bertambahnya jumlah dan rata-rata pendapatan penduduk di daerah ini.

Peluang peningkatan bisnis ternak saapi untuk pasar domestik sangat terbuka luas. Ternak sapi secara periodik memiliki permintaan yang tinggi yaitu menjelang hari raya kurban (Idul Adha). Selain itu ternak sapi juga dapat dikembangkan untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi daging harian.

Produk ikutan usaha penggemukan sapi di luar daging adalah kulit. Permintaan kulit sebagai bahan baku aneka kerajinan dan bahan asesoris pakaian memiliki kecendrungan yang terus meningkat.

b. Kondisi Eksisting

  • Tersedia lahan seluas 100 hektar untuk pengembangan dan penggemukan sapi di desa Sungai Linau Kecamatan Siak Kecil (milik Pemerintah Kabupaten Bengkalis)
  • Tersedia kandang konstruksi baja sebanyak 4 unit (2.160 m²)
  • Tersedia kandang beton 2 unit
  • Tersedia rumah jaga 3 unit atau 5 pintu
  • Kebutuhan daging sapi untuk kurban pada tahun 2009 di Kabupaten Bengkalis sebanyak 318 ekor
  • Tingkat konsumsi dagingoleh penduduk Kabupaten Bengkalis 6,7 kg/kapita/tahun. Tingkat konsumsi ini masih di bawah standar LIPI.
  • Pemenuhan kebutuhan daging sapi masyarakat Kabupaten Bengkalis ± 5.360 ton/tahun, sementara produksi daging baru sanggup memenuhi kebutuhan sebanyak 255 ton/tahun. Sementara sisanya masih didatangkan dari daerah lain.

c. Struktur Finansial
    Joint venture

d. Lisensi
-  Izin Tempat
-  Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
-  Izin Gangguan (HO)
-  Rekomendasi Analisa Dampak Lingkungan
-  Dan lain-lain

2. Pengembangan Tanaman Buah Naga

Lokasi
: Kecamatan Bantan, Bengkalis, Bukit Batu dan Rupat
Kecamatan : Siak Kecil
Klasifikasi Proyek
: Tanaman Holtikultura
Penanggungjawab
: Dinas Pertanian dan Peternakan
Pemilik Proyek
: Pemerintah Kabupaten Bengkalis
Lahan Tersedia
: 130 hektar (ha)
Pemilik Lahan
: Masyarakat

a. Gambaran Umum

Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu daerah Provinsi Riau yang menjadi sentra produksi buah naga (Hylocereus undatus). Sentra produksi buah naga di daerah ini terdapat di kecamatan Bantan dan Bengkalis.

Pengembangan tanaman buah naga di Kabupaten Bengkalis dimulai sejak tahun 2004 dengan lokasi di Desa Jangkang (Kecamatan Bantan). Lahan yang digunakan merupakan lahan hutan belukar yang dibeli petani untuk dijadikan lahan budidaya tanaman buah naga. Kemudian, dari Desa Jangkang ini budidaya tanaman buah naga ini berkembang ke Kecamatan Bengkalis.

Berdasarkan agroklimat dan tingkat kesesuaian lahan yang letaknya tidak jauh dari pinggir laut, Kabupaten Bengkalis sangat cocok dan berpotensi untuk pengembangan budidaya tanaman buah naga.

b. Kondisi Eksisting

  • Areal tanaman buah naga saat ini di kabupaten Bengkalis seluas 11 hektar (7 ha Kecamatan Bantan, 4 ha Kecamatan Bengkalis)
  • Lahan untuk pengembangan budidaya tanaman buah naga ini seluas 130 hektar, dengan lokasi pengembangan (Kecamatan Bantan 35 ha, Bengkalis 45 ha, Bukit Batu 25 ha, Rupat 25 ha)
  • Jenis varietas buah naga yang saat ini dikembangkan adalah jenis buah naga daging merah (super red)
  • Pemasaran hasil produksi tidak mengalami kendala dan permintaan pasar, termasuk dari luar Kabupaten Bengkalis sangat banyak.
  • ke depan, pengembangan budidaya tanaman  buah naga di Kabupaten Bengkalis untuk Varietas buah naga kuning karena, selain masih langka dan harganya lebih mahal, rasanya lebih manis

c. Kontak person
     a. Ir. FAUZI AULA
       Sekretaris Dinas Pertanian dan Pertanian (Distanak)
       Telp       : +62-766-22513
       Fax        : +62-766-22513
       Alamat   : Jln.Pertanian No. 561 Bengkalis 28714

     b. Ir. AMRI NOR
         Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Distanak
       Telp       : +62-766-22513
       Fax        : +62-766-22513
       Mobile    : +62-812-716-4439
       Alamat   : Jln.Pertanian No. 561 Bengkalis 28714

d. Peran Pemerintah Kabupaten Bengkalis
Sesuai peraturan perundang-undangan, dalam pengembangan budidaya tanaman buah naga ini Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan memberikan berbagai kemudahan kepada para investor, berupa:
     •    Penyediaan sarana dan prasarana pendukung
     •    Melaksanakan pembinaan usaha budidaya tanaman
     •    Percepatan pemberian perizinan

e. Struktural Finansial
Kemitraan dengan masyarakat

f. Insentif Pemerintah Kabupaten Bengkalis
Sesuai peraturan perundang-undangan, insentif yang dapat diberikan Pemerintah Kabupaten Bengkalis bagi investor dalam pengembangan budidaya tanaman buah naga ini b erupa pengurangan, Keringanan atau pembebasan pajak daerah dan retribusi daerah.

g. Bentuk Investasi
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) atau Penanaman Modal Asing (PMA)

h. Status Proyek Saat Ini
a. Feasibility Study
Survey

h. Prosedur dan Proses
Proses dan prosedur penanaman modal mengacu pada Undang-undang  Republik Indonesia No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal serta peraturan perundang-undangan lainnya dengan melibatkan Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

a. Peraturan Daerah
Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis No. 09 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bengkalis Tahun 2010-2015.

b. Lisensi
• Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
• Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Update: 30 Agustus 2013