,


















• 05 November 2016
Pesta Pantai 2016 Selat Baru Kab. Bengkalis

• 26 Juli 2016
Halal bi Halal Pemkab Bengkalis Dengan Masyarakat Bengkalis yang ada di Pekanbaru

• 19 Juli 2016
Ramah Tamah dan Halal bi Halal Pemerintah Kab.Bengkalis

• 22 Maret 2016
Pelaksanaan Musrembang Kabupaten Bengkalis


Investasi Kelautan & Perikanan

1. Pengembangan Budidaya Ikan Lele

Lokasi
: Kecamatan Mandau dan Pinggir
Klasifikasi Proyek
: Sektor Perikanan dan Air Tawar
Penanggungjawab : Dinas Kelautan dan Perikanan
Pemilik Proyek
: Pemerintah Kabupaten Bengkalis
Lahan Tersedia
: 100 hektar (ha), milik masyarakat

a. Gambaran Umum

Selain memiliki perairan laut yang sangat luas, Kabupaten Bengkalis juga dialiri banyak sungai dan memiliki sejumlah tasik (danau). hal ini sangat cocok dan potensial untuk pengembangan budidaya perikanan, baik ikan air tawar, payau maupun laut.

Pembangunan sektor perikanan dan kelautan di daerah ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bengkalis 2010-2015, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah membagi dua zona pembangunan sektor ini, khususnya untuk budidaya perikana. Untuk budidaya perikanan air tawar, fokus pengembangannya di Kecamatan Bukit Batu, Mandau, Pinggir dan Siak Kecil. Sedangkan budidaya perikanan ikan air payau dan laut diarahkan ke Kecamatan Bantan, Bengkalis, Rupat dan Rupat Utara. Jenis ikan air tawar yang potensi dikembangkan melalui budidaya di Kabupaten Bengkalis, antara lain ikan Nila, Lele, Gurami, Patin dan Mas.

Namun, jenis ikan yang sangat potensial untuk dikembangkan adalah ikan Lele, karena memiliki pemasaran yang cukup menjanjikan, dimana di Kabupaten Bengkalis telah ada usaha pengolahan ikan Lele, yaitu usaha pengasapan di Kecamatan Mandau.

b. Kondisi Eksisting

  • Kabupaten Bengkalis memiliki areal potensial untuk pengembangan budidaya perikanan air tawar seluas 371,22 ha
  • Jumlah tambak yang ada sebanyak 52,50 ha, namun yang beroperasi atau dimanfaatkan hanya 11,55 ha (44,29%)
  • Produksi ikan air tawar pada tahun 2009 sebanyak 430,33 ton atau 4,36 persen dari total produksi perikanan daerah ini sebanyak 9.876,23 ton, yang terdiri dari hasil budidaya 344,35 ton (80,02%) dan tangkap 85,98 ton (19,98%).

c. Feasibility Study

Pengembangan budidaya ikan Lele di Kecamatan Mandau dan Pinggir telah dilaksanakan tahun 2010 dan dilanjutkan pada kegiatan APBD tahun 2011 di Dinas Perikanan dan Kelautan.

 

2. Pengembangan Budidaya Udang Vannamei

Lokasi
: Kecamatan Bantan dan Bengkalis
Klasifikasi Proyek
: Sektor Perikanan dan Air Tawar
Penanggungjawab : Dinas Kelautan dan Perikanan
Pemilik Proyek : Pemerintah Kabupaten Bengkalis
Lahan Tersedia
: 100 ha, Milik Masyarakat

a. Gambaran Umum

Kabupaten Bengkalis merupakan daerah yang mempunyai daris pantai sepanjang 1.355 Km dan merupakan daerah dengan pantai terpanjang di Provinsi Riau. Hal ini merupakan potensi untuk pengembangan perikanan laut maupun air payau. Salah satu komoditas untuk dikembangkan adalah budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei).

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bengkalis 2010-2015, untuk budidaya udang vannamei ini, fokus pengembangannya diarahkan di Kecamatan Bantan dan Bengkalis.

b. Kondisi Eksisting

  • Dari potensi yang ada, tambak udang yang aktif beroperasi dan berproduksi sekitar 20 sampai 30%
  • Berdasarkan kajian yang dilakukan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau pengembangan budidaya udang vannamei ini sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Bengkalis. Khususnya di Kecamatan Bantan dan Bengkalis dengan pantai yang dasarnya berlumpur
  • Pemasaran, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Bengkalis sangat besar.

c. Feasibility Study

Kajian untuk pengembangan budidaya udang vannamei di Kecamatan Bantan dan Bengkalis ini telah dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau.

3. Pengembangan Budidaya Ikan Kakap Putih

LOKASI                               :    KECAMATAN BENGKALIS, BANTAN, RUPAT RUPAT UTARA, BUKIT BATU DAN SIAK KECIL
KLASIFIKASI PROYEK     :    SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN
PENANGGUNG JAWAB   :    DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
PEMILIK PROYEK             :    PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS
LAHAN TERSEDIA            :    25 KANTONG (MILIK MASYARAKAT)

a. Gambaran Umum
Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch) adalah ikan yang mempunyai toleransi yang cukup besar terhadap kadar garam (Euryhaline) dan merupakan ikan katadromous (dibesarkan di air tawar dan kawin di air laut). Sifat-sifat inilah yang menyebabkan ikan Kakap Putih dapat dibudidayakan di laut, tambak maupun air tawar.
Ikan Kakap Putih atau lebih dikenal dengan nama Seabass atau Baramundi merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis, bukan saja untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di dareah ini, tetapi juga daerah lain maupun ekspor.

b. Kondisi Eksisting
Kabupaten Bengkalis memiliki kawasan pesisir dan laut dengan garis pantai sepanjang 446 Km serta memiliki banyak sungai dan danau. Kabupaten Bengkalis memiliki potensi sumber daya perairan yang cukup besar untuk usaha budidaya ikan, termasuk budidaya ikan Kakap Putih. Namun, usaha budidaya ikan Kakap Putih di daerah ini belum banyak berkembang.
Produksi ikan Kakap Putih di Kabupaten Bengkalis sebagian besar masih dihasilkan dari penagkapan di laut atau didatangkan dari daerah lain dan hanya sedikit saja diantaranya yang telah dihasilkan dari usaha pemeliharaan (budidaya). Dengan potensi sumber daya perairan yang cukup besar yang dimiliki daerah ini dan sangat sesuai untuk kegiatan budidaya ikan, usaha budidaya ikan Kakap Putih dalam jaring apung (floating net cage) merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan.

c. Status Proyek saat Ini
a. Feasibility Study
Proyek baru (Feasibility Study untuk pengembangan budidaya Ikan Kakap Putih di keramba jarring apung di daerah ini telah dilaksanakan dari tahun 2010 dan dilanjutkan pada kegiatan APBD tahun 2012 di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis). 

4. Pengembangan Budidaya Ikan Bawal Bintang

Lokasi                               :Kecamatan Bengkalis, Bantan, Rupat DAN Rupat Utara
Klasifikasi Proyek           :Sektor Kelautan dan Perikanan
Penanggung jawab        :Dinas Kelautan dan Perikanan
Pemilik Proyek                :Pemerintah Kabupaten Bengkalis
Lahan tersedia              :1.000 Kantong (milik masyarakat)

a. Gambaran Umum

Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) atau yang juga dikenal dengan nama Silver Pompano termasuk spesies asli Indonesia yang mempunyai daya adaptasi tinggi dan mudah dibudidayakan. Ikan Bawal Bintang memiliki potensi besar untuk di kembangkan dan pangsa pasar yang cukup menjanjikan, baik dalam maupun luar negeri. Beberapa negara konsumen utama ikan Bawal Bintang antara lain Jepang, Taiwan, Hongkong, China dan Kanada.

b. Kondisi Eksisting

Sebagai daerah pesisir yang sebagai wilayahnya terdiri dari banyak pulau, Kabupaten Bengkalis merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya perairan laut yang cukup besar untuk usaha budidaya ikan Bawal Bintang. Namun, usaha budidaya ikan Bawal Bintang di daerah ini belum banyak berkembang.

Produksi ikan Bawal Bintang di Kabupaten Bengkalis sebagian besar masih dihasilkan dari penangkapan di laut atau didatangkan dari daerah lain dan hanya sedikit saja diantaranya yang telah dihasilkan dari usaha pemeliharaan (budidaya). Dengan potensi sumber daya perairan laut yang cukup besar tersebut dan sangat sesuai untuk kegiatan budidaya, usaha budidaya ikan Bawal Bintang dalam jaring apung (floating net cage) merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan.
Untuk itu dan guna meningkatkan produksi Ikan Bawal Bintang melalui budidaya, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah memiliki hatchery yang memproduksi benih ikan Bawal Bintang, sehingga pemenuhan kebutuhan benih yang selama ini menjadi salah satu kendala, saat ini bukan menjadi masalah lagi.

c
. Kontak Person
     a.  Plt. Ir. AMRIL FAKHRI

          Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis
          Telp       : +62-766-22510
          Fax        : +62-766-22510
          Alamat   :  jln. Pertanian No.4 Bengkalis28714

     b.  Ir. RUSI EVANITA MASUSWATI

          Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis
          Telp      : +62-766-22510
          Fax       : +62-766-22510
          Alamat  :  jln. Pertanian No.4 Bengkalis28714

d. Peran Pemerintah Kabupaten Bengkalis
Sesuai peraturan perundang-Undangan, dalam pembangunan budidaya ikan air payau dan laut di Kecamatan Bengkalis dan Bantan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan memberikan berbagai kemudahan kepada para investor, berupa:
- Penyediaan sarana dan prasarana pendukung
- Penyediaan lahan atau lokasi
- Percepatan pemberian perizinan
- Memberikan jaminan keamanan investasi

a.Stuktur Finansial
Joint venture

b. Insentif Pemerintahan Kabupaten Bengkalis

Sesuai ketentuan peraturan perundang-undagan,insentif yang dapat diberikan pemerintah kabupaten bengkalis bagi investor untuk pengembagan budidaya ikan bawal bintang ini berupa pengurangan, keringan atau pembebasan pajak daerah dan retribusi daerah.

e. Bentuk Investasi
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) atau Penanaman Modal Asing (PMA).
 
f. Status Proyek Saat  Ini

a.Feasibility Study
Proyek baru (Feasibility Study untuk pengembangan budidaya ikan Bawal Bintang telah dilaksanakan dari tahun 2010 dan dilanjutkanpada Kegiatan APBD tahun 2012 di kegiatan di Dinas Kelautan dan perikanan Kabupaten Bengkalis).

g. Prosedur Dan Proses

Proses dan prosedur penanaman modal mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal serta peraturan perundang-undangan lainnya dengan melibatkan badan koordinasi penanaman Modal Republik Indonesia, Pemerintahan Provinsi Riau dan Pemerintahan Kabupaten.

a. Peraturan daerah

peraturan daerah kabupaten bengkalis no. 09 tahun 2011 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah kabupaten bengkalis tahun 2010-2015.

b. Lesensi
1.Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP)
2.Surat Izin Usaha Pengangkutan ikan (SIPKI)
3.Dan lain lain.

Update: 30 Agustus 2013